Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H



Idul Adha dan peristiwa kurban yang setiap tahun dirayakan umat muslim di dunia seharusnya tak lagi dimaknai sebatas proses ritual, tetapi juga diletakkan dalam konteks peneguhan nilai-nilai kemanusiaan dan spirit keadilan, sebagaimana pesan tekstual utama agama.Dalam kesempatan ini kami keluarga besar s1 PGSD Kelas C Kab. Banjar Proyek Propinsi Kalimantan Selatan mengucapkan selamat hari idul adha 1430 H, mohon maaf lahir dan bathin.

Oleh : Oedhin n' Srie

Pengaruh Negatif dan Positif Film 2012


Kendati film “2012″ banyak mengundang polemik, agaknya sutradara film Hollywood, Roland Emmerich, sudah berpikir dua kali untuk meluluhlantakkan dunia.
Buktinya, sutradara spesialis pembuat kehancuran itu hanya berani “membalikkan” Patung Liberty, Gedung Putih, Empire State Building, dan Patung Yesus Sang Penebus yang semuanya di Amerika, bahkan Basilika Santa Peter di Vatikan.
Namun, sutradara film “Independence Day” dan “The Day After Tomorrow” itu tampaknya tidak berani “menghabisi” Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi, kecuali menampakkan ribuan Muslim yang menziarahi “Rumah Allah” (Baitullah) saat itu, lalu ada kehancuran di lokasi lain.

Kiamat tidak dapat diramal dan ditentukan oleh manusia, namun datangnya hari kiamat pasti terjadi. Jangan ada persepsi pada masyarakat seperti sebelumnya bahwa kiamat akan terjadi pada 2002 dan 2009 yang tidak terbukti,” katanya.
Dikatakannya, bahwa orang yang membuat film tersebut tidak dapat mengetahui kapan terjadinya kiamat dan mereka tidak memiliki bukti 2012 akan terjadi kiamat. “Itukan hanya imazinasi seseorang yang menggambarkan kiamat yang akan terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai orang Islam memang harus mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk menggambaran secara nyata dan kepastian terjadinya, merupakan kuasa dari Yang Maha Kuasa.
Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai film tersebut sehingga dapat merusak akidah agama. “Apabila masyarakat mempercayai film tersebut bertentangan dengan agama dan merusak agama,” tambahnya.
Sementara itu, MUI Kabupaten Malang, meminta agar masyarakat tidak menonton film 2012, karena bisa menyesatkan. Pihaknya, juga mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai gambaran nyata apapun tentang hari kiamat, termasuk seperti yang digambarkan dalam film 2012.
Pihaknya, menyayangkan, penayangan film yang berjudul 2012 dan menceritakan hari kiamat dengan menggambaran secara nyata yang kini banyak diputar di bioskop. Film itu dinilai tidak pantas untuk ditayangkan, karena dapat mempengaruhi pemikirah orang.
Selain itu, kami mengimbau agar kaum muslimin tidak mempercayai gambaran hari kiamat yang difilmkan sesuai dengan ramalan bangsa Maya Kuno dan akan terjadinya pada tahun 2012 itu.
Sementara itu, film berjudul 2012 secara serempak ditayangkan di bioskop tanah air dan mancanegara sejak beberapa hari lalu. Penayangan film ini di tanah air, sempat memunculkan sejumlah pendapat dan opini di berbagai media tanah air, termasuk dari kalangan ulama, dalam hal ini MUI serta mendapat perhatian banyak kalangan di Indonesia .
Namun ada sesuatu yang bisa kita ambil pelajaran dari film itu. Tidak hanya dilihat dari sisi negatifnya saja. Toh! Semua orang juga tahu bahwa film itu hanyalah fiksi belaka yang kebetulan pas dengan dikait-kaitkan dengan mitos yang dimiliki suku inca tentang kehancuran bumi pada tahun 2012 nanti.
Dengan melihat film itu hendaknya penonton yang -saya yakin- semuanya kaum beragama jadi menyakini tentang datangnya hari kehancuran tersebut yang kemudian disikapi dengan perubahan sikap dan perilaku yang baik.
Saya akhirnya jadi ragu. Apakah Film 2012 dapat menyadarkan rasa estakologi keberagamaan kita. Toh, ketika ditanyakan reaksi mereka yang menonton film hanya berkisar jawaban: “Uhh sungguh menakjubkan! Seakan nyata adegannya!; “Ngeri! Nggak bisa bayangin kalo nyata!”; “Mudah-mudahan hanya bo’ongan”;etc;etc…
Sampai saat ini belum ada berita tentang tempat ibadah yang penuh sesak dipenuhi jamaaahnya akibat nonton film itu. Masjid, gereja, kuil dan pura tetap saja sama seperti hari biasa. Tidak ada lonjakan jamaah!. Jadi apa bedanya!., akan tetapi malah ada anak yang dulunya ga suka ngaji dan sholat malah jadi rajin karena liat film ini. jadi seharus kita sebagai seorang muslim, juga bisa merubah tingkah laku dan keimanan kita karena sewaktu-waktu kiamat pasti akan terjadi walaupun tidak ada yang mengetahui kapan itu terjadi.

Ubah Metode Mengajar – Kewirausahaan bisa atasi pengangguran

Berita pada harian KOMPAS hari Jum’at tanggal 30 Oktober 2009 ;

Presiden SBY meminta Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh untuk mengubah metodologi belajar-mengajar. Pola yang sekarang tidak mendorong siswa kreatif dan inovatif sehingga sulit memunculkan jiwa kewirausahaan anak didik.

Metode belajar-mengajar anak didik yang dilakukan sejak taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah dinilai hanya menunjukkan gurunya yang aktif, sedangkan anak didik justru tidak aktif. Proses belajar seperti itulah yang dinilai tidak dapat mengembangkan inovasi dan kreativitas serta kewirausahaan.

Demikian disampaikan Presiden SBY saat membuka Temu Nasional 2009 di Jakarta, Kamis 29/10/09. Dalam acara itu, hadir Wakil Presiden Budiono, para menteri kabinet, gubernur, bupati, wali kota, unsur pimpinan BUMN, dan sejumlah pejabat.

“Saya minta Menteri Pendidikan Nasional untuk mengubah metodologi belajar-mengajar yang ada selama ini. Sejak tman kanak-kanak sampai sekolah menengah jangan hanya gurunya yang aktif, tetapi harus mampu membuat siswanya juga aktif,” kata Presiden.

Menurut Presiden, pendidikan jangan hanya mengejar nilai rapor dan ujian. “Kalau itu yang dipilih, anak-anak bersekolah tetapi tidak berkembang kreatifitas, inovasi, dan jiwa wirausahanya,” lanjut Presiden.

Kewirausahaan

Menurut Presiden kewirausahaan sanagat penting dan harus dipupuk sejak dini. Dengan dmikian, setelah selesai menjalani pendidikan mereka tidak sekedar menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja.

“Oleh karena itu, perlu reformasi di bidang pendidikan nasioanal. Guru dan dosen harus diajak untuk bisa mengembangkan jiwa kewirausahaan, inovasi, dan kreativitas,” uajrnya

Sebelumnya Presiden telah meneria surat dari Presiden Komisari Kompas Gramedia Jakob Oetama dan pengusaha Ciputra agar pemerintah mendorong tumbuh dan berkembangnya jiwa kewirausahaan di Indonesia.

Dikatakan Presiden, jumlah wirausahawan Indenesia sanagat sedikit dibandingkan dengan negara lain, Amerika Serikat, Jepang, atau Singapura. padahal dengan berlembangnya jiwa kewirusahaan, tingkat pengangguran dan kemiskinan dapat diturunkan.

Pada tahap awal, lanjut Mohammad Nuh, pembenahan akan dilakukan pada infrastruktur pendidikan. “Jangan ada lagi sekolah yang bocor, apalagi ambruk,” kata Nuh.

Pengertian Statistik

A. Pengertian Statistik
Pengertian statistik berasal dari bahasa Latin, yaitu status yang berarti negara dan digunakan untuk urusan negara. Hal ini dikarenakan pada mulanya, statistik hanya digunakan untuk menggambarkan keadaan dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kenegaraan saja seperti : perhitungan banyaknya penduduk, pembayaran pajak, gaji pegawai, dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangan zaman, statistik mulai mencakup hal-hal yang lebih luas. Cakupan statistik tidak hanya bertumpu pada angka-angka untuk pemerintahan saja, tetapi telah mengambil bagian di berbagai bidang kehidupan, termasuk kegiatan berbagai bidang penelitian, seperti pendidikan dan psikologi, pertanian, sosial, dan sains. Berikut ini beberapa pengertian statistik sesuai dengan perkembangannya.
Pengertian pertama: statistik adalah sekumpulan angka untuk menerangkan sesuatu, baik angka yang belum tersusun (masih acak) maupun angka-angka yang sudah tersusun dalam suatu daftar atau grafik. Berdasarkan pengertian ini, statistik diartikan dalam arti sempit, yaitu keterangan ringkas berbentuk angka-angka. Contoh: statistik penduduk, yang berarti keterangan mengenai penduduk berupa angka-angka dalam bentuk ringkas, seperti jumlah penduduk dan rata-rata umur penduduk.
Pengertian kedua: statistik adalah sekumpulan cara dan aturan tentang pengumpulan, pengolahan, analisis, serta penafsiran data yang terdiri dari angka-angka. Selanjutnya pengertian ketiga, statistik adalah sekumpulan angka yangmenjelaskan sifat-sifat data atau hasil pengamatan. Berdasarkan pengertian kedua dan ketiga ini, statistik sudah diartikan dalam arti yang luas dan sudah merupakan suatu metode atau ilmu, yaitu metode atau ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang ada.

Download Selengkapnya

DOWNLOAD UU RI NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang: a. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial;
b. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam bangsa yang diatur dengan undang-undang;
c. bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan;
d. bahwa Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, c, dan d perlu membentuk Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Mengingat: Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28 C ayat (1), Pasal 31, dan Pasal 32 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;


DOWNLOAD SELENGKAPNYA UU SISDIKNAS NO 20 TAHUN 2003
DOWNLOAD UU SISDIKNAS BAHASA INDONESIA
DOWNLOAD UU SISDIKNAS BAHASA INGGRIS
 

S1 PGSD BANJARBARU ( Udin Blogger ) Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon
In Collaboration With fifa